The Journey 2512′08 Part II

Suasana di rumah pagi hari

Suasana di rumah pagi hari

MAKANAN

Selama di rumah, untuk urusan makanan, memang buatan orang rumah mantap dan maknyus!. Hmmm… dari pecel, soto, sampai rawon (eh rawon kemaren beli di jalan dink pas jalan-jalan), apalagi gratis. Memang benar apa kata teman-teman termasuk saya juga dink, masakan rumah memang tak ada duanya.🙂. Sayang, waktu bareng family ke Banyuwangi hari minggu lalu, kita gak mampir ke ikan bakar blimbingsari, katanya makanannya disana enak lo.!.

THR tidak selalu identik dengan mall

Ada yang pernah tahu dengan istilah THR. Pasti sudah tahulah, tapi kalau yang saya maksud THR adalah bukan mall gimana hayo, biasanya orang-orang menganalogikannya sebagai tempat untuk bermain seperti di mall, tapi ini bukan lho!!!.

Kemaren hari minggu (28/12) pas liburan bareng keluarga di rumah saudara di Banyuwangi, kami menyempatkan mampir ke THR, lokasinya dari alun-alun kota Banyuwangi pusat menuju ke pesisir pantai, nah itu tempatnya, bukan mall khan😀, masuk gak perlu bayar.

Ceritanya sih, kata saudara sepupu saya, disana itu dulunya ramai banget, bersaing dengan wisata pantai grajagan yang terletak di selatan Banyuwangi, tapi ternyata kemaren pas kesana, kok sepi sekali ya….:), apa kalah sama pantai Boom, sebelahnya.

Sayang sekali memang, dengan suasana seperti di bawah yang lumayan bagus ini, tempat ini sekarang menjadi sepi sekali, karena pengunjungnya jarang datang, padahal sekarang lagi musim liburan panjang, walaupun masih ada juga sih yang datang dan bermain paraseling(CMIIW) kemaren.

THR, Sebelah Pantai Boom

THR, Sebelah Pantai Boom

SOUVENIR

Titipan oleh-oleh buat orang kantor banyak banget, sampai bingung nyarinya. Semuanya pada gak mau kalau dibawain makanan, katanya benda aja yang awet, halah, nanti kalau dibawain bukan makanan beneran, malah nanyain makanan, hayo..:p.

Di Banyuwangi sebenarnya susah ² gampang nyari souvenir, paling banyak ada di kota. Kalau di sub-sub kotanya banyak itu ya makanan.:). Akhirnya………..gak jadi beli souvenir. Padahal seharian pas Sabtu itu tanggal 3 Januari saya berada di Malang sejak pagi hari, ya pengennya nyariin souvenir buat teman-teman, tapi akhirnya malah gak jadi, karena kata teman saya di Malang juga jarang, :sebenarnya nyari apa sih ini, susah amat😛.

FAMILY
Banyak hal yang tidak kita temui saat di kota besar dibandingkan dengan saat di rumah. Tentu saja di rumah kita bisa bercanda dengan semua anggota family keluarga. Soal lain, mungkin di rumah hawanya sejuk, gak panas, gak bising seperti di Jakarta.😀. Dan di rumah, kita benar-benar bisa merefresh segala aktivitas kita dengan sesuatu yang menyenangkan serta mendinginkan badan kita yang sudah jenuh dengan suasana kota, dan masih banyak hal lagi yang tidak kita dapatkan di kota.

TAHUN BARU
Malam tahun baru disini tidak seperti di Jakarta, antara sepi dan gak sepi. Bayangin di sepanjang jalan di kota Cluring,Jajag,Genteng, ramainya oleh anak-anak yang pada naik motor. Sementara pada malam tahun baru masehi kemaren itu, saya justru tengah berada di rumah sakit karena ada saudara yang tengah dirawat di sana, jadinya sampai larut malam banget saya dan keluarga menghabiskan waktu di sana.Apalagi pas naik kendaraan kesana, sempat kesasar jauh banget.

SYUKURAN
Hari kamis malam jumat, saya bersama keluarga mengadakan acara syukuran kecil-kecilan. Acara dihadiri teman-teman dari pengajian yang biasanya diikuti oleh remaja setempat dan orang tua. Sebagai rasa syukur kami semua, atas semua yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami sekeluarga.

Acara syukuran

Acara syukuran

Perjalanan ke Jakarta
Sempat tertegun beberapa kali saat mendengar keponakan saya yang masih TK berucap “loh om, kok cepet banget di rumah, sudah balik lagi…”, wew, perasaanku dah lama di rumah, lah mainnya perasaan sih ya om. Hhehe

Pagi itu adalah hari Jumat tanggal 2 Januari 2009, di rumah sepi karena semuanya pada beraktifitas seperti biasanya, sama orang tua di rumah, saya diminta menjaga rumah saja, sekalian prepare buat perjalanan malamnya pulang menuju Jakarta.

Yah, tiba saatnya perjalanan saya dimulai, malam hari sekitar pukul 9 malam, saya diantar oleh kakak ipar ke daerah yang namanya Benculuk (arah yang menghubungkan wisata Grajagan), untuk menunggu bus antar kota dalam propinsi, yang kemudian membawa saya ke arah barat.

Sekitar pukul 1 sampai di Jember, saya berpindah bus untuk naik kearah Probolinggo, pukul 4 pagi saya sampai di kota wisata Bromo itu, berhenti sejenak untuk beristirahat dan sholat subuh, perjalanan baru saya lakukan setengah jam kemudian menuju Malang, tiba di kota Apel sekitar pukul 7 pagi.

Sesampai di terminal Arjosari – Malang, sempat bingung mondar-mandir akhirnya saya putuskan naik mikrolet AG kearah Gadang, berhenti di alun-alun kota Malang untuk kemudian naik MM jurusan Madyopuro, singgah di rumah kosku dulu pas STM, sekalian bertemu bukos dan mampir juga di masjid dekat sekolah (STM Telkom), tapi gak mampir di sekolahan.

Ngambil tiket di adik kelas, istirahat di tempatnya agung pk(fosilx-fosilx.net), sampai nunggu pukul 3 sore tiba, baru ke stasiun. Sebelum berangkat, nyari oleh-oleh di dekat stasiun karena tadinya sebenarnya mau ke Matos dulu, tapi gak jadi, nyari seketemunya wes🙂, maturnuwun gung sudah dikasih tumpangan masnya ini. hehehehe. Dan alhamdulillah akhirnya sampai di Jakarta pagi tanggal 4 Januari 2009.

8 responses to “The Journey 2512′08 Part II

  1. sopo sing bilang parata? lawong paratamu kok ;p para tamu mas, tamu maksud te ihihihihih teteppp maksa…kabur terbang numpak paraseling ihihhi=))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s