Menikmati Hawa Monas Dengan Kaum ‘Urban’

Monas Dari Tempat Refleksi

Monas Dari Tempat Refleksi

Setiap hari sabtu, saya biasanya jalan-jalan ke monas untuk sekedar melepas penat, biasanya saya habiskan dengan bermain futsal di lapangan belakang stasiun Gambir bersama dengan teman-teman perantauan dan teman-teman asli Jakarta, ataupun menikmati relaksasi di tempat yang berdekatan dengan dilindunginya kijang oleh pihak pengelola Monas.

Monas yang sekarang memang tidak seperti dahulu. Waktu pertama kali datang ke Jakarta sekitar tahun 2001 akhir, setahu saya Monas tidak ada bentengnya dan berbagai macam tempat olahraga yang dipusatkan di belakang stasiun Gambir dan pancuran air, serta tentu saja tempat refleksi dan kereta keliling.

Dulu saja, kalau teman-teman berolahraga, mereka bermain di halaman dekat kantor Indosat, patung kuda, biasanya pas sore hari, hari sabtu di lapangan rumput, atau kalau boleh kedalam lagi, sekarang adalah di dekat pintu masuk gerbang Monas yang dekat Indosat.

Monas memang sudah banyak berubah, dulu juga nih, kalau malam minggu, di Monas itu rame dengan orang jualan baju-baju dan berbagai macam makanan, sekarang ?, sangat sulit ditemui, kecuali ada konser malam, jadi males sekarang main kesana kalau malam.

Lepas itu, saya sendiri, baru sekali merasakan naik ke Monas.  Ketika itu, teman saya dari Surabaya ngajak ke Monas, di sore hari, cuman ngrasain setengah jam saja. Cak Son, enak gak ??? (To Cak Son).

Kembali ke topik, kenapa postingan saya ini, dikasih judul Menikmati Hawa Monas Dengan Kaum ‘Urban’, ya karena ketika jalan-jalan menikmati Monas, ataupun berolahraga (futsal) di sana, saya lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman pendatang dari daerah.

Banyak cerita, ketika bermain futsal, saya mendapat banyak teman, yang belum pernah saya temui, tentu saja bukan dari STM Telkom Malang, yang notabene, biasanya nyebar dimana-mana. Dulu sih, anak-anak STM Telkom rajin nyambangi Monas, tapi sekarang jarang sekali saya temui.

Kalau dari teman-teman pendatang yang bukan dari alumni saya di STM, banyak banget. Mulai dari Sumatera, Sulawesi ataupun sekumpulan anak-anak dari Jawa Tengah serta yang paling saya kenal adalah sekumpulan teman-teman dari ITS.

Inilah yang menjadi menarik, dapat teman dari ajang ngumpul-ngumpul di Monas setiap weekend. Terkadang, sharing pengalaman dan masalah pun menjadi bagian kecil dari pembicaraan teman-teman di sana, sampai lowongan kerja pun dibicarakan lo. Menarik khan.!!! (&*&*&*). Gimana dengan teman-teman sekalian?. mungkin punya pengalaman yang sama atau bahkan lebih menarik lagi.

3 responses to “Menikmati Hawa Monas Dengan Kaum ‘Urban’

  1. Pingback: Ikatan Alumni SMK Telekomunikasi Malang » Blog Archive » Menikmati Hawa Monas Dengan Kaum ‘Urban’·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s