Mlipir ke Kota Toea

Malam sudah larut, tapi mata belum mau untuk dipejamkan dan saya juga belum genap satu jam sampai kos-an, ahhh saya coba ‘paksakan’ nulis sebaris dua baris tiga baris sampai berbaris baris saja, lanjut lanjut lanjut wessss.  Malam ini saya gak akan bercerita mengenai dunia IT atau pekerjaan deh, tapi hasil jalan – jalan saya hari Minggu kemaren🙂.

@Kota Toea

@Kota Toea

Iyakss, cerita dimulai, silakan disiapin kopinya lo, takut pada ngantuk hehehe. Begini  ceritanya, maaf sebelumnya agak gimana gitu, saya ini sudah lama tinggal di Jakarta, tapi baru benar-benar kali ini ngubek-ngubek yang namanya Kota Tua , upppsss. Sebenarnya pernah kesini, tapi biasanya cuman lewat gak sampai kedalam hahahaha.

Minggu kemaren itu, saya bersama beberapa teman janjian untuk ngadain Reuni SMP —  SMP saya di Banyuwangi. Sayangnya, yang datang hanya segelintir orang, banyak yang gak bisa datang. Padahal, kita pengen banget bisa ketemu semuanya. Maklum, terakhir kali reuni itu ya pas buka bersama tahun lalu.

Lanjut ya ceritanya, buat temen-temen yang baru tau istilah Kota Tua, Kota Tua itu buat saya adalah wisata budaya untuk mengingat kalau zaman dahulu kala, wuih …. wilayah Jakarta itu pernah diduduki oleh Belanda atau yang terkenal VOC. Jangan heran kalau disana banyak ditemukan bangunan kuno seperti museum-museum hingga cafe unik.  lengkapnya di sini.

@Kota Toea 2

@Kota Toea 2

Dan salah satu cafe unik itu bernama cafe Batavia. Cafe ini menawarkan aneka menu masakan bernuansa klasik. Cafe Batavia terletak di Taman Fatahillah menyuguhkan nuansa klasik dan iringan musik tempo dulu. Makanan yang tersedia bercita rasa Barat, Asia ,ataupun Indonesia, guaaayyyaaa yo😀. lawong ditraktir yo gelem ae hehehe, terima kasih mas Yudha.

Hmmmmm….. tapi sayang, bagi saya cafe ini bukan tempat jajan yang tepat untuk kantong  hehehe, meskipun tempatnya memang keren dan penuh dengan suasana sejarah. Soalnya, sempat ‘ngobrol’ kecil bahas makanan yang mau dipesan, kita semua bingung, bingung soal harga hahahaha😀. Tapi, tetep jempol buat Yudha, biar jadi kenangan di masa mendatang, apa coba hahahah (biar ngrasain)😀.

Usai ngobrol dan makan, kami melanjutkan muter-muter, berhubung memang gak direncana dengan baik, akhirnya ya jalan ke lokasi yang ada saja di situ. Sampai-sampai mau foto  saja pada bingung, bingung pada gak mau difoto 😀. Mau nyobain sepeda, malu – malu gitu, terus mau masuk museum pada sepakat gak masuk.

@ cafe Batavia

@ cafe Batavia

Sampai pada akhirnya awan gelap dan turunlah hujan di sekitar kota tua membuat kami sejenak berteduh di pinggiran depan mushola fatahillah, basah-basahan rek. Sambil ngobrol ngalor ngidul sampai pada gak tahan juga, alias lapar. Kalau tadi cafe Batavia menunya mahal-mahal, kini ada satu warung kecil di sekitar fatahillah jika kita ingin menghemat kantong.

Ngobrol – ngobrol pun dilanjutin di warung kecil itu sambil nunggu hujan reda dan waktu maghrib. Singkat cerita usai maghrib kita pun pulang, saya ke halte busway, Bimo dan istri naik motor serta Yudha ke stasiun.

Sekian ceritanya ya, kapan-kapan cerita-cerita lagi🙂.

3 responses to “Mlipir ke Kota Toea

  1. hehe seru lek ceritane. btw saya udah pernah keliling kota tua sampai jembatan kota intan naik sepeda Ontel kuno yang disewakan disitu lo.
    keren buat foto2.😀

  2. kemaren itu pada malu-malu mau naik sepeda ontel. mau masuk museum podo gak gelem😀 opo podo malu ya🙂 *berdiri di depan mushola fathahillah lama banget pas ujan ujanan berempat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s