BackCeker Semarang-Malang-Pasuruan-Surabaya

Tanggal 1 mei lalu, saya melakukan tur ke beberapa kota di Jawa dari Semarang, Malang, Pasuruan, Surabaya hingga kembali lagi ke Jakarta, Alhamdulillah seperti konser ae hehehe. Tujuan utama perjalanan ini sebenarnya untuk silaturahmi ke teman-teman, memenuhi undangan pernikahan teman di kotanya Untung Surapati serta liburan pastinya hehehe. Luarr biasaaa…, ternyata melelahkan juga ya, karena selama perjalanan hingga sampai di Ibu Kota saya akhirnya tepar 🙂.

@ Stasiun Tawang, Masjid Agung Museum,Sam Po Kong

@ Stasiun Tawang, Masjid Agung Museum,Sam Po Kong

Berangkat sore hari dari stasiun Pasar Senen menggunakan Kereta Api Gumarang,  saya sampai di ibu kota Jawa Tengah sekitar pukul 10 an malam. Di sana, sudah disambit eh disambut teman sekaligus sohib saya mas Yudha, ngapunten yo pak sudah saya repoti selama di Semarang hehehe. Kesan pertama kali di Semarang adalah hawanya panas, apa karena posisinya dekat dengan pantai utara Jawa ya, hehehehe :).

Singkat cerita, keesokan harinya, acaranya adalah jalan-jalan, mulai dari tempat-tempat bersejarah di Semarang seperti kota tua yang berdekatan sekali dengan Stasiun Tawang, Klenteng Sam Po Kong hingga Masjid Agung Semarang ada yang kurang gak yud, lupa ke tempat lumpia ya (Jalan Pemuda)😀.

Salah satu hal unik yang saya temui di sana dibandingkan dengan kota tua di Jakarta adalah, kalau di sana bangunan tua rata-rata dimanfaatkan untuk kegiatan perkantoran contohnya saja seperti kantor-kantor bank.

Lanjut ya, jalan-jalan yang memakan waktu hingga sore hari itu akhirnya berakhir karena motornya harus dibalikin xixixi:D, lama gak naik motor sendiri di jalan raya yang lumayan padat🙂. Malam hari sebelum berangkat ke Malang, saya diajak Yudha ke Simpang Lima menikmati tahu gimbal, ooo akhirnya ngerti rasanya tahu itu. Tak lupa saya juga membeli oleh-oleh khas Semarang yeay🙂.

@ Malang - Surabaya

@ Malang – Surabaya

Perjalanan akhirnya berlanjut ke Malang, dengan menggunakan Kereta Api Matarmaja, malam itu saya naik dari Stasiun Poncol. Perjalanan memakan waktu kurang lebih semalam dan pagi hari saya  tiba di kota apel. Karena cukup lelah, saya memutuskan istirahat sebentar di stasiun Kota Baru Malang sebelum mencari penginapan terdekat eh eh sarapan dulu ding🙂.

Usai sarapan, dengan pedenya nyari tempat penginapan di sekitar stasiun, klojen, ehh ternyata gak dapet karena alasan sudah penuh dan tentu saja harganya gak cocok. Sebenarnya, jika ke Malang saya sudah punya rencana akan menginap di Kampung Turis, eh ternyata aturannya harus ikut tur di tempat penginapan tersebut. Sementara tempat penginapan lain seperti hotel camelia, hotel megawati, Jonas homestay penuh semua– saran saja buat teman-teman yang ke Malang, untuk menekan biaya sebaiknya nyari homestay, hotel model lama atau kos harian karena harganya relatif lebih murah khan niatnya backpacker hehehe.

Setelah berjalan cukup jauh, syukur alhamdulillah, akhirnya dapet juga tempat menginap dekat-dekat daerah klojen yaitu hotel sederhana Palem. Dengan arsitektur ya masih mirip-mirip bangunan lama, yang terpenting adalah bersih, ada kasur, ada tempat mandi dan ada televisi serta harganya terjangkau. Sebenarnya yaa teman stm Telkom Malang sempat menawarkan pada saya kalau mau nginap dekat daerah Sukun, tapi saya kemaren itu belum memutuskan karena cari yang dekat dengan pusat kota, maturnuwun tawarane mas Hardian.

Dan istirahat pun di mulai hingga sore hari sampai Mas Hardian bersama kendaraannya merapat di sekitar Palem. Ya, hari itu juga ternyata saya harus ke Pasuruan untuk memenuhi undangan pernikahan teman saya mas Udin. Wew, padahal badan masih remek rek, kekekek…. ya gak apalah di sopiri xixixix🙂 suwun maneh pak Hardian.

Sempat bingung mencari lokasi di daerah Pasuruan, akhirnya ketemu juga dengan mempelai pria dan wanita,hehehe, selamat ya masbro Udin dan Laily, semoga sakinah mawadah dan warohmah aamiin. Usai dari Pasuruan saya memutuskan ikut mas Hardian balik lagi ke Malang, karena ada sesuatu yang harus saya selesaikan, walaupun mempelai berharap besok bias hadir kembali di resepsi🙂 cihuyy.

Walaupun keesokan harinya saya putuskan untuk tidak ke Pasuruan lagi, ya karena kondisi, bayangkan saya sampai 3x – 4x (seinget saya) bolak – balik stasiun ke tempat nginep karena berniat menukar tiket yang sudah saya rencanakan dari Bangil-Surabaya (pada akhirnya hangus).

Awalnya memang saya tidak berniat untuk menukar tiket, tapi karena takut memburu waktu ke Bangil itulah alasan saya. Meskipun pada akhirnya tiket saya hangus karena waktu penukaran sudah habis, terlalu lama mencari tempat untuk fotocopy ktp sampai overlap antrian– saran buat PT KAI, sebaiknya untuk pembatalan dibuatkan loket sendiri tidak bercampur dengan penukaran /pembelian tiket baru.

Menuju Surabaya :
Ok, waktu terus berjalan makin siang, perjalanan harus dilanjutkan, saya pun sudah putuskan naik bus. Dari tempat nginep naik angkot menuju terminal Arjosari. Tak perlu menunggu lama juga, bus menuju Surabaya sudah siap berangkat, saya pun naik, sampai jumpa Malang.  Tapi, tapi…. Hmm, ternyata tidak sampai di situ kejadian yang ‘diharapkan’ menghampiri saya.

Di tengah perjalanan, bus kami harus berhenti karena AC-nya mati. Terpaksa seluruh penumpang diminta turun dan menunggu bus berikutnya, waduuhhh. Tapi, ada sedikit pelajaran menarik ketika bus saya mati, ada dua orang bule Afrika yang terlihat membawa piala, mereka dari Ghana.

Ya, dengan ‘belaga’ pinter saya coba bertanya kepada mereka dari mana berasal, memberitahu busnya berhenti karena AC, ciee bahasa inggris belepotan😉. Eh, mereka nanya balik tentang Juanda, iya, mereka ternyata tengah bingung kalau ke Juanda harus naik apa. Akhirnya, saya beritahu dan sarankan naik bus Damri saja.

Kembali ke menunggus bus, setelah beberapa menit, bus berikutnya pun datang, arrgghh kalau tadi awalnya longgar, sekarang bereempet-empetan di dalam bus 😀. Singkat cerita dan kami pun sampai juga di Surabaya. Di Surabaya, saya nginep di tempat teman dari SMP, Saiful, maturnuwun pak sudah ngasih tempat. Malam harinya sempat jalan-jalan di Surabaya sebelum lanjut istirahat karena besok saya balik ke Jakarta.

Keesokan harinya, di tengah hujan yang lumayan rintik-rintik saya menuju ke stasiun Pasar Turi, weitsss kereta saya sudah menunggu. Dan kurang lebih 10 jam perjalanan Surabaya-Jakarta saya tempuh. Alhamdulillah sore hari saya sudah sampai di Jakarta. Sampai jumpa lagi di perjalanan lainnya, dan terimakasih buat teman-teman yang sudah banyak memberikan bantuan selama di jalan. Terima Kasih🙂

#backceker #backpack #backpacker #jalanjalan #kuliner

4 responses to “BackCeker Semarang-Malang-Pasuruan-Surabaya

  1. wah Gus pengen melu, ketemu Yudha, Udin, Syaiful. Eh Gus, salam buat Udin ya ! Selamat, menempuh hidup baru ! semoga dikaruniai keluarga sakinah, mawadah, warahmah dan anak2 soleh dan solihah (klise banget)😀. Terus istrinya diboyong ke Jakarta lek?

    Ntar kalo lek Agus Nikah, mudah2an saya bisa dateng ya lek. Insha Allah.

  2. istrinya ngajar di pasuruan, belum tau rencana mereka cak. aamiin. wah kalau itu bukan klise cak, standar penghormatan hehehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s