‘Menarilah’ Garuda

Alhamdulillah senang bisa jadi saksi kemenangan Garuda atas  Vietnam 2-1 di Stadion Pakansari, Cibinong pada pertandingan pertama semifinal Piala AFF 2016 (dulu Piala Tiger) kemaren malam.  Apalagi, momen ini adalah momen melepas kerinduan masyarakat untuk bisa menonton langsung kembali perjuangan bintang tim nasional di sebuah event resmi setelah vakum cukup lama akibat sanksi dari FIFA.

Pertandingan sendiri berjalan menarik dan saya puas meskipun menang tipis. Semoga di pertandingan semifinal kedua di kandang lawan, Indonesia bisa menampilkan permainan lebih baik lagi dan lolos ke final. Karena, menurut saya Andik dkk sempat keteteran di babak kedua.

cywaguew8aabp3p

twitter.com/affsuzukicup

Di luar itu, ada beberapa sisi menarik yang saya akan tulis kala memberi dukungan untuk Garuda kali ini. Mulai dari mencari tiket, akses transportasi berangkat hingga kembali pulang ke rumah. Kenapa bisa begitu ? Yuk kita bahas satu satu ya hehehe.

Yang pertama mengenai tiket, bukan barang baru jika urusan tiket sepakbola terutama pertandingan yang melibatkan tim nasional tidak mudah didapat. Mungkin dari sekian pengalaman saya mencari tiket timnas, kali ini adalah yang juga cukup sulit.

Panitia memang menyediakan sistem pembelian secara online. Namun, dalam kenyataannya seperti disebutkan banyak media, cukup sulit. Hingga mendekati H-1 kemaren itu, saya baru mendapatkan tiket pada hari jumat pagi, itupun setelah beberapa kali mencoba keluar masuk ke dalam situs yang telah disediakan panitia.

Alhamdulillah perjuangan tidak sia-sia, jumat malam saya lalu menukarkannya dengan tiket yang sudah dicetak panitia di tempat yang sudah ditunjuk (sekitar pintu masuk Gelora Bung Karno).

Lalu mengenai akses transportasi menuju stadion. Kenapa juga sulit, sebenarnya bukan kata sulit tapi lebih ke rezeki kami aja sih kemaren. Karena saya sudah janjian dengan beberapa teman termasuk tiga eks kantor saya, ngumpul di satu titik yang sudah ditunjuk yaitu stasiun Bojonggede.

Tidak ada yang menduga perjalanan kami kemaren dilalui tidak semulus rencana awal. Target sampai Bojonggede sekitar pukul 4 sore maksimal, tapi saya baru sampai jam 4 sore lebih. Itu baru saya dan dua orang kumpul, sedangkan yang dua orang masih tercecer di KRL berikutnya dikarenakan ada gangguan dengan KRL. Saya sendiri mengalami gangguan saat berada di Stasiun Manggarai. Akibatnya jam 5 lebih banyak kami baru bisa meluncur ke stadion. Bersyukur kami bisa bergegas naik angkot charteran bareng beberapa supporter —–sttt biar murah.

Namun, ternyata ketidakmulusan rencana masih menghampiri kami sesampai di dekat stadion, lalu lintas begitu padat yang membuat angkot kami tidak bisa mendekat lebih jauh ke lokasi. Akhirnya kami putuskan jalan kaki, hmmm….lumayan juga buat kaki olahraga, pegel euy hehehe :).

Sambil sesekali bertemu kelompok suporter yang bernyanyi atau menabuh genderang Indonesia, tak berapa lama akhirnya sampai juga kami di stadion Pakansari, alhamdulillah. —–Saat ini Stadion Pakansari sendiri terutama di area luar memang tengah mengalami pembangunan. Terlihat akses jalan kaki ke pintu gerbang banyak bahan bangunan.

Tak perlu menunggu lama, usai sampai di stadion, kami mencari pintu 11, pintu dimana tercetak di tiket kami. Yaks,  sampai di pintu 11, ternyata tidak ada pintu masuk dari gerbang pertama, setelah bertanya kepada petugas pintu masuk tidak melalui pintu 11 tapi di sekitar pintu 10.

Dengan sistem penjagaan ketat pihak keamanaan, setiap calon penonton masuk dibagi beberapa antrian dan diharuskan mengangkat tiket masing-masing sebelum diperiksa kembali di gate berikutnya menggunakan barcode hingga pemeriksaan benda-benda di tubuh serta air mineral yang wajib dimasukkan ke dalam plastik. Yang kurang di sini adalah kurangnya cahaya ketika memasuki gate pertama. Selesai melewati itu semua, Alhamdulillah dan kamipun bisa menonton yeayyy……

Merasakan decak kagum dan teriakkan dukungan para suporter selama 2×45 menit, tak terasa waktupun yang harus memisahkan kita semua. Senang bercampur haru (halah lebay iki), menjadi kenangan manis untuk pertama kalinya timnas maen kembali.

Dan yang terakhir saya akan bahas proses pulang dari stadion Pakansari. Tidak mudah memang keluar dari stadion malam itu. Seperti ketika kami harus masuk melalui gate yang kurang pencahayaan. Kali ini pun masih sama dan tentu saja harus empet-empettan. Lalu, kami pun harus melalui jalan yang kudu dipilih-pilih karena sedang ada pembangunan.

img_20161203_213737

Pulang dari stadion ke arah jalan utama, tertib.

Sampai di sekitar jalan tegar beriman yang merupakan jalan utama pemda, akhirnya kami mulai diskusi ngalur ngidul karena begitu padatnya orang dan susahnya nyari tumpangan. Sempat mencoba nanya sopir angkot untuk dicharter dan sudah terisi orang, numpang pickup, numpang truck(ini agak-agak kalau ini), akhirnya charter angkot lagi yang kepilih.

Kenapa charteran angkot, barengannya banyak dan gak bikin kantong cekak. Repotnya, karena penumpang sudah gak cukup saya berdiri di pintu angkot. Byuh, sempat dagdigdug der sepanjang jalan. Syukurlah pak sopir tau yang kami mau, gak ngebut-ngebut amat.

Setelah beberapa kali berhenti karena macet dan lampu merah, kami sampai di stasiun Bojonggede dan melanjutkan perjalanan ke arah Jakarta. Karena tidak ada yang langsung, keputusannya adalah turun di Depok dulu. Sambil menunggu kereta terakhir, ya disambi makan kue-kue sisa tadi sore yang belum kemakan, soalnya sudah pada lapar, hiks hiks.

Sambil ngobrol dan makan, tak berapa lama kereta terakhir ke Jakarta pun tiba. Isinya pun luar biasa, kebanyakan suporter timnas. Saya pak Syamsir, Pak Aristo dan Mas Yuli naik dan berpisah di masing-masing stasiun. Saya sendiri berhenti di stasiun Tebet lalu meneruskan pulang ke rumah naik Ojek Online.

Lelah yang terbayar buat saya, sampai di rumah di atas jam 12 malam dan kelaparan malam itu hanya bisa diobati oleh semangkok mie goreng, alhamdulillah. Udah dulu ya, segitu aja ceritanya. Kalau ada yang kurang atau ketambahan kata-kata mungkin khilaf semata. Dagghh…..

Advertisements

One response to “‘Menarilah’ Garuda

  1. Pingback: Secuil Cerita Final Leg 1 AFF 2016 | Agustri Weblog·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s