Final EURO 2020

Lengkap sudah bagan EURO 2020 setelah dua tim memastikan tiket ke Final. Di semifinal pertama Italia berhasil menaklukkan Spanyol melalui babak adu penalti 4-2 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1. Sementara Inggris unggul tipis 2-1 atas Denmark.

Image
Sumber : sporttiaphari

Menarik menilik pertemuan duel klasik Azzuri berhadapan dengan Three Lions. Kita tahu kedua negara adalah ‘kiblat’ sepakbola Dunia. Kompetisi SerieA pernah mengalami kejayaan di eranya sementara Liga Premier saat ini jadi ‘spotlight’ publik.

Total kedua tim sudah empat kali bertemu di turnamen major. Sayang, seluruhnya dimenangkan oleh Italia. Apakah Inggris bakal memenangkan laga nanti malam karena faktor dukungan penonton tuan rumah?. Ohh semoga tidak.

Image
IFTV

Bagi Italia, ini adalah final keempat mereka di EURO. Final pertama Italia terjadi ketika juara di tahun 1968. Lalu, Final kedua terjadi pada tahun 2000 dimana Italia harus mengakui keunggulan dari Prancis lewat sebuah Golden Goal. Sedangkan final ketiga terjadi pada edisi 2012, lagi-lagi Italia gagal dan tunduk 0-4, kali ini dari Spanyol.

Sementara bagi Inggris, ini adalah final pertama mereka di major turnamen sejak Piala Dunia 1966. Tentu, ini kesempatan yang langka usai di Piala Dunia 2018 lalu tampil bagus dan nyaris saja ke final — harus puas jadi juara 4.

Berikut head-to-head pertemuan Inggris vs Italia di turnamen major yang saya copy dari sumbernya IFTVOfficial. Bisa dibuka disini.

  • 2014 World Cup Group Stage (2-1)
  • Euro 2012 Quarter Final (4-2 pens)
  • 1990 WC 3rd place playoff (2-1)
  • Euro 1980 Group Stage (1-0)

Siapa yang juara?. Babak final pasti penuh teka-teki. Kedua tim sudah menunjukkan performa apik selama EURO 2020 digelar. Meskipun ada faktor-faktor tertentu yang mungkin sedikit bisa jadi pelecut, terutama bagi Inggris.

Selama EURO 2020, Inggris dipastikan memainkan 7 laga dan dari jumlah tersebut 6 diantaranya dimainkan di Wembley. Jika bicara faktor fisik, tentu saja ini keuntungan buat Kane dkk. Mereka hanya 1 kali harus keluar dari kandang ketika menghadapi Ukraina di babak 8 besar–pertandingan berlangsung di Roma.

Tentu saja ini, berbeda bagi Italia. Meskipun sama-sama jadi tuan rumah grup. Italia total telah memainkan 3 pertandingan di Roma, Sisanya dilakukan di luar kandang. Pasukan Roberto Mancini di fase knockout sudah bermain di Wembley 2 kali dan 1 kali di Munich. Semoga nggak kelelahan ya…

Ok, kita bergeser dari sisi negatifnya buat Inggris. Tentu ini adalah momentum pas bagi mereka juara setelah 55 tahun tidak pernah bermain di final. Namun negatifnya tentu saja bisa jadi malapetaka jika tidak mampu menghadapi tekanan publik. Disini mental sangat diuji.

Tapi bukan hanya buat Inggris, ujian tentu saja bagi Italia. Meskipun secara permainan saya lebih suka permainan Italia. Namun, bermain di Wembley dan menghadapi tekanan publik tuan rumah tentu jadi ujian yang cukup berat pula. Pasti menarik taktik yang akan dikeluarkan Gareth Southgate dan Mancini.

Jadi, siapa yang bakal juara?. Kalau nggak Italia ya Inggris. Ya Semoga Italia ya…..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s