Dan, Mati Lampu !#@$%#^%&

Rabu, 12 Oktober 2011, kurang lebih pukul 10 malam, saat badan sudah mulai lelah dan butuh istirahat serta santapan sate padang yang begitu menggoda, tiba-tiba lampu padam, arrghhhh.(lebay mode on)

Hanya empat orang di kosan tadi malam yang masih belum tidur nampaknya. Berhubung lampu mati, kami berempat akhirnya ngobrol ngalor ngidul gak jelas, sambil berharap dalam hitungan maksimal 2 jam lampu hidup kembali.

Kalau untuk saya, kenapa nunggu lampu hidup lagi, maklum, sate yang saya makan saja belum habis, dan gak nyangka kalau tinggal lontongnya doang :) . Kalau untuk tetangga kosan, berhubung mereka sibuk internetan, mati lampu pasti bikin geregetan hahahaha:).

Setelah menunggu cukup lama, hampir dua jam, lampu ternyata gak hidup-hidup. Padahal, nyamuk sudah mulai ‘nyolek’-nyolek’ kami karena pindah-pindah tempat duduk.

Walaupun semalam, bulan yang terang benderang cukup menolong kami di kegelapan , ternyata kami gak tahan juga, rasa kantuk akhirnya mulai menggiring satu per satu ‘personil‘ kosan tambunan ke  kamar masing-masing, yaks bablas tidur :) .

Namun, berhubung saya masih agak kurang bisa tidur, ya akhirnya nyari-nyari cahaya sisam ceile cahaya:P. Baterai hape cuman tinggal seberapa, alhamdulillah baterai laptop masih tertulis bisa tahan kurang lebih sejam. Lumayan nih, buat nemenin supaya cepat ngantuk juga:D.

Sambil menunggu lama, akhirnya lampu juga gak hidup-hidup juga, sampai akhirnya saya pun tertidur, alhamdulillah. Tadi pagi, saya masih ngecek lampu, sambil ngarep lampu hidup lagi, arrghhh ternyata lampu mati.

Parahnya, air di kamar mandi juga mulai menipis. Alhamdulillah, masih ada tumpangan buat mandi di kamar pak II, yang punya kamar mandi dalam, tapi tidur tetap di luar kamar mandi, thx yo pak :) .

Wah, harap-harap cemas untuk hari ini. Kalau airnya gak hidup, listriknya masih padam juga, alamat nyari kamar mandi gratis nih,bisa-bisa ke lapangan futsal yang punya kamar mandi banyak sttttt,  jangan bilang siapa-siapa :D ……….

Bagi saya, mati lampu di Jakarta bukan yang pertama, tapi untuk ukuran ‘parah’ seperti ini hingga air mati, mungkin di antara satu sampai tiga urutan teratas.

Apa harus mandi pakai air ‘aqua’ ?.

Tapi kita termasuk masih beruntung dibandingkan saudara-saudara kita seperti terlampir link *nreyuh bukanya

 

 

Pengen Nulis

Pengen banget nulis…. tapi … sementara istirahat dulu :)

 

 

Salam,

Tour 4-12 Desember 2010 (III)

Hampir sama dengan perjalanan antara Malang – arah Sendang Biru, teluk semut ke arah Segoro Anakan Pulau Sempu adalah 2 jam, edan tenan. Dengan suasana hutan yang masih alami, serta masih banyak binatang yang masih liar  berkeliaran, perjalanan cagar alam ini sangat membutuhkan tenaga ekstra.

Bersambung–>

Inilah cerita lanjutannya, setelah kurang lebih dua jam melewati hutan di Pulau Sempu dan sampai di Segoro Anakan serta menikmati (foto-foto) pemandangan sekitarnya, kami akhirnya memutuskan kembali ke darat.

Dengan rute yang hampir sama, butuh waktu 2 jam untuk kembali ke teluk semut dan akhirnya menunggu jemputan perahu. Dalam perjalanan yang berlangsung kurang lebih 15-20 menit, hujan gerimis mengiri perjalanan kami.

Sesampai di darat, kami menuju ke tempat bapak yang di awal tadi sudah memberikan pengarahan sebelum dibolehkan masuk ke Pulau Sempu, untuk beristirahat mandi dan sebagainya (termasuk makan halah :p).

Lanjut….. hah… masih 2 jam menuju ke kota Malang.  Setelah cukup panjang perjalanan yang dilewati, tujuan berikutnya kalau ndak salah waktu itu ke pecel kawi yang letaknya ya di Jalan Kawi :) .

Pecel kawi ditambah dengan STMJ, bener-bener mantep waktu itu di tengah kondisi udara cuaca di Malang yang sedang dingin karena sedikit hujan.

Saya ringkas saja yo, singkat ceritanya, setelah menuju ke dua tempat utama yaitu di Batu dan Pulau Sempu, selama di Malang, kuliner jadi menu utama kami.

Di antara yang tidak kesebut seperti es krim Oen di dekat alun-alun. Kemudian, seingat saya bakso dekat klojen. Lumayan mantap. Serta mampir di toko kaos (soak ngalam), di dekat pecel kawi.

 

Sampai jumpa di wisata berikutnya. Semoga dimudahkan.

Buat teman-teman juga, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci ramadhan 1432 H, semoga seluruh amalan kita semua diterima olehNya amin. :)

Perdin Surabaya, Jogja & Medan

Awal bulan April lalu saya mendapatkan tugas testing ke beberapa kota di antaranya Surabaya, Jogja dan terakhir Medan. Cukup mengagetkan buat saya, mengingat biasanya tugas testing bukan ‘jobdesk’ di bagian saya, heheheh :P .  Tapi gak apalah, itung-itung pengalaman sekalian ‘jalan-jalan’, akhirnya tugas saya jalankan saja.

Setelah melihat rute jadwal testing, berikut adalah rilisnya :

4-5 April 2011, blackberry test in Surabaya

6-7 April 2011, blackberry test in Yogyakarta

dan yang terakhir adalah ke kota yang belum pernah saya kunjungi yaitu Medan dari tanggal 11-12 April 2011.

Surabaya

Baiklah, perjalanan kita mulai dari Jakarta menuju Surabaya. Berangkat dari sekitaran setiabudi, kuningan dan sekitarnya, dari abis subuh, bersama mas Taufik Adi meluncur ke Bandara, weh, perdin-perdin begini apa gak sebaiknya berangkatnya agak siangan gitu :P , kalau kata saya ini kepagian :p, hehehe.

Alhamdulillah, perjalanan kami lancar dan sampai di lokasi tempat penginapan (seingat saya di java paragon-jl mayjend sungkono, cmiiw)  tidak terlalu siang. Tanpa menunggu waktu lama, sampai di tempat kami langsung melakukan testing BB sampai sore sambil ngantuk-ngantuk (tapi gak lupa makanlah:p) :).

Sore hari adalah hari bebas, artinya gak perlu ngetest (masak kerja terus), waktunya cari makanan. Kalau nanya-nanya teman, makanan terkenal di Surabaya ini kok sepertinya bebek semua ya, paling ‘banter’ ya rawon.

Sayangnya, semua rekomendasinya sepertinya jauh-jauh dari tempat penginapan. Akhirnya, bareng mas Taufik, nyari makanan sambil jalan kaki wae, dan menemukan tempat makanan, eh lagi-lagi bebek :) , ya daripada susah nyarinya, hajar saja wes + sambil ‘golek’ makanan ringan, alhamdulillah.

Balik makan, ternyata mas Taufik masih lapar, saya sih gak ikutan mas hahahaha. Mungkin belum pernah kali ya atau masih lapar, ada yang jual nasi goreng model Jawa Timur-an, itu yang kalau di Jakarta nasi goreng bumbu kecap, di sana pakai bumbu saos, boleh diadu kok, wuenak, tapi aq ndak ikutan beli :p.

Singkat cerita, testing BB di Surabaya masih banyak kendala, karena Surabaya adalah kota pertama di luar regional Jakarta yang dilakukan testing. Surabaya panas ya daripada Jakarta (menurut saya) :) .

Yogyakarta

Kota berikutnya yang jadi tujuan kami setelah testing di Surabaya adalah Yogyakarta, (iklan mode on —Jogjaaaa). Kami berangkat dari Surabaya sekitar malam hari, menggunakan Lion Air group.

Mengapa saya menulis Lion Air group, karena kami bertiga sempat kaget ketika melakukan check in boarding pass, pesawatnya tidak sesuai yang diharapkan yaitu Wing Air yang kabarnya masih satu grup.

Kami kaget sebenarnya bukan hanya karena nama pesawatnya beda, tapi setelah sampai di tempat menaikkan penumpang, ladalah…pesawate kok seukuran poker 100, yaitu setype ATR 72-500‎ , saat kami turun dari bus bandara, pesawatnya baru ditest-test pula baling-balingnya, hahahahha, sempet becanda sama mas Pat dan Taufik, piye iki jadi ndak hehehe:p.

Akhirnya, kami tetap memutuskan berangkat ke Jogja dan perjalanan ditempuh kurang lebih satu jam (Jakarta – Surabaya sejam, Surabaya-Jogja kok kurang lebih sejam juga ya:), sempat berpikir ada yang salah ndak iki :p) — Di pesawat ndak bisa tidur nyenyak :) , heheheheh.

Sampai di Jogja, kami dijemput mas-mas yang sudah ditugaskan dari kantor untuk menjemput. Wah…. hawa Jogja sudah terasa saat sudah ketemu si mas, seingat saya kata-kata yang keluar dari si mas itu “njeh njeh mas..”. Mas ini sungkan banget ya atau memang seperti inilah Jogja–yang menurut saya Jogja memang kota yang penuh dengan budaya.

….Bersambung…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.