Garuda di Dadaku :)

01122010720  - Indonesia vs Malaysia-AFF 2010

01122010720 – Indonesia vs Malaysia-AFF 2010

“Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang”, atau yel-yel “Indonesia prok prok prok, Indonesia prok prok prok, Indonesia prok prok prok”, itu adalah dua dari sekian yel-yel yang begitu seru disuarakan oleh kurang lebih 80 ribu fans Indonesia yang hadir di Gelora Bung Karno waktu itu.  Merinding rasanya saat kita mendengar lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama seisi stadion.

Indonesia sukses ke final Piala AFF 2010 usai menang 1-0 atas Philippines (dua kali) dan akan ditantang oleh Malaysia yang pernah dibekap Firman Utina cs 5-1 di babak grup. Selamat Selamat Selamat !!!, saya pun turut gembira melihatnya, halah  :p. Dengan adanya Indonesia dan Malay di final, dipastikan akan muncul juara baru di kejuaraan Asia Tenggara kali ini. Final ini juga jadi yang keempat buat tim Merah Putih.

Selama Piala AFF tahun ini, saya baru tiga kali nonton di Gelora Bung Karno. Yang pertama saat melawan Malaysia di babak grup, semifinal pertama dan kedua lawan Philiphina– meskipun yang kedua saya gak bisa nonton dengan nyenyak, karena stadion penuh dan sesak, tolong dong PSSI, sistem tiketing diubah ke arah yang lebih baik🙂.

Tumben, itu adalah salah satu kata yang bisa saya ucapkan untuk prestasi timnas di ajang ini. Soalnya, kalau melihat prestasi timnas di beberapa tahun terakhir ini, kita selalu saja ketinggalan dari negara-negara asia tenggara lainnya, contoh tahun lalu adalah saat kita gagal di sea games cabang sepakbola.

Secara permainan, timnas kita memang  mengalami peningkatan daripada Piala AFF 2008saat itu saya jadi saksi ketika timnas dibungkam Thailand di kandang sendiri. Namun, masih banyak yang perlu dibenahi di beberapa sektor, terutama fisik, kalau saya jadi komentator, pasti di sekitaran menit 70 ke atas, pasti saya akan bilang “stamina timnas kita sudah mulai menurun nih🙂.

Sistem dan Harga Tiket Diubah Keterlaluan

Terlepas dari itu semua, faktor yang sebenarnya paling penting dari penyelenggaraan Piala AFF 2010 adalah faktor panitia, terutama tiket. Bila dibandingkan dengan penyelenggaraan Piala Asia 2007 maupun Piala AFF 2008, tahun ini adalah tahun parah buat panitia.

Bayangkan saja, sistem pembelian di Piala Asia 2007 tidak rumit seperti sekarang ini. Waktu itu, kalau gak salah saya bisa membeli tiket untuk beberapa pertandingan langsung, kalau di AFF 2010, kita harus mengantri–bahkan banyak kerusuhan, melihat informasi di berita, tiket sudah habis sebelum kita mendapatkan jatah–tahun ini saya tidak mengantri dan mengandalkan beli tiket titip teman saja, gak dapat ya syukur nonton dirumah.

Sementara untuk di Piala AFF 2008, harga tiket tidak segila tahun ini. Mengutip informasi dari vivanews.com harga tiket dua tahun lalu tersebut yang paling mahal hanya 100.000,-. Berikut detailnya :

VIP Barat & Timur: Rp 100 ribu
Kelas I: Rp 75 ribu
Kelas II: Rp 50 ribu
Kelas II: Rp 35 ribu
Kelas III: Rp 20 ribu

Hmmm, sampai kapan begini yak….??? tanya kenapa… pasti ajimumpung nih…curiganisme !!!. Apa gak kasian bagi kita-kita ini ya, tidak semua orang di Indonesia bisa membeli tiket semahal sekarang, yang paling murah hanya 50 ribu, sedangkan yang mahal bisa mencapai 1 juta, SEKALI LAGI TANYA KENAPA ???🙂

Kecewa Semifinal II

Saya bersama teman-teman sudah senang bukan kepalang dari pagi untuk bersiap menonton Indonesia Philiphina (semifinal II) di sore harinya. Sayang, kegembiraan berubah menjadi kekecewaan setelah menerima kabar kalau jatah tiket tidak sesuai dengan permintaan koordinator kita, walhasil, acara nobar bubar dan buyar sendiri.

Tentu saja, ini semua di luar perkiraan saya dan teman saya di Smart Tel selaku koordinator. Usai mendengar kalau jatah tiket terbatas dari teman yang dipesenin membeli, akhirnya kami memutuskan untuk membubarkan diri. Saya beserta dua orang teman ‘clingak-clinguk’ menemui panggilan terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat tiket gak jelas dari seseorang🙂.

Saya beserta teman masuk ke stadion selang beberapa menit setelah lagu kebangsaan dikumandangkan. Namun alangkah kagetnya saya dan teman saat melihat stadion penuh sesak yang tidak memungkinkan untuk saya menempatinya–>sempat muter stadion, tapi ndak nemu, akhirnya kita pulang saja nonton di rumah.

Akhirnya kita pulang saja….dan nonton di rumah….kecewa deh🙂

Salam Hangat, Semoga Timnas Tambah Maju, Semoga Sistem Tiket Dibenahi, Salam di Negeriku tercinta🙂

4 responses to “Garuda di Dadaku :)

  1. 😀
    menunjukkan nasionalisme dengan cara lain deh, drpd kudu “bunyek” antri tiket😛
    “Salam di Negeri Korup“<<<<<<serem kata2 ini mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s